Category Archive Tutorial

Bycahyono

Adsense tutorial

In the following Adsense tutorial I will show you the basic Google Adsense program that you must understand, such as how to get started, how to register Adsense, what is required before registering Adsense, what is needed to run Adsense, what is the way needed to run Adsense , how to create ads and Adsense ads, and others.
I hope this Adsense tutorial can be useful for you, the users who want to immediately have an Adsense account and get money from millions of dollars every month from the internet. Well, let’s get started …
What is Google Adsense / What is Google Adsense?
Adsense is a program that can be used by the internet by installing Google Adsense ads on your website or blog.
The contents of Adsense Ads that will appear on your blog will adjust to the content of your blog. For example, if your site’s content is about cars or autos, it’s likely that the ads that appear are automotive ads. The Google system will scan the content of your blog and post relevant / appropriate ads. (Google is very sophisticated!).
What is the free Google Adsense program?
Yes, the Google Adsense program is 100% free!
Can Indonesians use the Google Adsense program?
Yes, free and materialized You can follow the Adsense program. This program has been followed by hundreds of thousands of people around the world, including Indonesia.
Do I need to delete English?
No need, you can install Adsense ads on Indonesian sites as well as on UK job sites.
What is required to sign up for Adsense?
All you need is a simple blog that contains useful content. To register an Adsense program you can register, you can install Adsense ads on those sites and your other sites. Tips for creating a good site is to focus on one topic only and the content must be original (original is not the result of copy and paste), Easy!
How much money can I earn from Google Adsense?
The number of Adsense stories you can get will depend on a few things, just like the people who visited your site, the site kesusuaian with Adsense ads that appear, the clicks obtained, and others.
The more the number of visitors traffic the blog will be the greater the Adsense it will get bigger. Commission per click Adsense ads are usually between $ 0.01 to several dollars, and can even reach $ 10 per click (If you know the secret tricks).
How to apply Adsense
If you do not have a Google Adsense account, please create one first, select your site to be quickly accepted. I suggest using Gmail email to sign up for Adsense to easily integrate with Google accounts and other Google products (All in one).

After signing up for Adsense you have to wait up to several hours or up to several days, then you will get a notification email from Google regarding your status, if you want you will be able to go directly to Adsense site and can start making money.

If you are rejected, do it again first. When you are rejected, Google Adsense support will tell you why you were refused to join the Adsense program. Congratulations Google Adsense rules and Google Webmaster Guideline regulations.

How to install Adsense ads?
First login to your Adsense account, then go to the ad menu (“My Ads”), then select “Ads for content” and create ads according to your wishes. Tipsnya choose Adsense ads with large sizes for ads easily clicked by visitors to the site. Put the colors of Adsense ads to match and match the colors of your site.
Also make use of the “Channels” feature whether it’s a URL channel or a custom channel that works to track an ad’s work. If Adsense ads finished and in the settings will appear HTML / Javascript code Adsense ads (or can also click “get code”). Then copy the Adsense ad code to the HTML editor on your site and paste it. If all is true then Adsense ads will soon appear on the site.

Adsense Rules:
– Do not click on Adsense Ads on your own
– Never ask or change others to click on Adsense ads on your site
– Do not place ads on sites with illegal content such as adult content (17+), content about violence, content about hackers and the like.
– Do not Place Ads on sites that have no content (empty sites).

How to withdraw Adsense clicks
The trick is easy, if the Adsense account in your account has reached $

Bycahyono

10 Antivirus Terbaik PC Tahun 2018

10 Antivirus Terbaik PC Tahun 2018

1. Avast Free Antivirus

antivirus-terbaik-1

Avast adalah salah satu antivirus yang paling populer karena terbukti mampu ‘menyembuhkan’ PC dari berbagai malware hingga serangan hacker.

Beberapa fitur yang ada di antivirus ini antara lain CyberCapture untuk membersihkan ancaman, WiFi Inspector untuk mengamankan jaringan WiFi, Smart Scan berfungsi mendeteksi ancaman keamanan, Game Mode yang mengatur notifikas dan Behaviour shield sebagai pengawas aplikasi.

Avast! Free Antivirus 12.3.2279
Apps Antivirus & Security Avast Software

2. Bitdefender Antivirus Free Edition

antivirus-terbaik-2

Tak beda jauh dengan Avast, antivirus yang hasil ciptaan sebuah perusahaan asal Rumania ini juga memiliki berbagai fitur yang ampuh melindungi perangkat komputer dan laptop dari berbagai virus.

Fitur-fitur yang dimiliki Bitfender antara lain On-demand virus scanning sebagai pemusnah segala jenis virus (trojan, malware, ransomware, dsb.), anti-phishing feature untuk melindungi akun-akun online, behavioral detection berfungsi memonitor aplikasi dan Anti-fraud untuk mengawasi situs-situs yang kamu kunjungi.

BitDefender Free Edition 1.0.21.1099
Apps Antivirus & Security BitDefender.com

3. Avira Free Antivirus

antivirus-terbaik-3

Jadi salah satu antivirus tertua, Avira sudah ada sejak tahun 1986. Terkenal dengan performa yang solid serta user interface ciamik, antivirus ini jadi salah satu yang banyak digunakan para pengguna PC atau laptop.

Fitur-fitur yang tersedia antara lain Protection Cloud untuk menganalisa file, Browser Tracking Blocker untuk mengawasi aktivitas browsing dan PUA Shield yang berfungsi sebagai penangkal aplikasi berbahaya alias rawan virus.

Avira Free Antivirus 15.0.18.354
Apps Antivirus & Security Avira GmbH

4. Kaspersky Free Antivirus

antivirus-terbaik-4

Antivirus buatan Rusia ini juga jadi salah satu yang populer digunakan pengguna komputer dan laptop. Selalu sukses masuk jajaran sepuluh besar antivirus di tiap tahunnya, Kaspersky dikenal dengan beberapa fitur andalan seperti web dan email protection.

Kaspersky Internet Security 11.8.4.625
Apps Antivirus & Security Kaspersky

5. AVG Free Antivirus

antivirus-terbaik-5

AVG juga sejatinya adalah salah satu antivirus tertua. Resmi diakuisisi Avast Software pada September 2016, antivirus ini semakin berkembang dengan beragam fitur seperti web protection untuk memantau dan melindungi aktivitas browsing, serta adanya fitur real-time security updates.

AVG Free Edition (x86) 2015.0.5751 (32-bit)
Apps Antivirus & Security AVG Technologies

6. ZoneAlarm Free Antivirus 2018

antivirus-terbaik-6

Sempat beberapa kali mengalami perubahan nama, ZoneAlarm akhirnya resmi meluncur dengan beberapa tambahan fitur baru di 2018.

Fitur-fitur tersebut antara lain Antivirus and Antispyware untuk memberantas berbagai jenis virus, Personal Firewall sebagai pelindung PC dari berbagai aktivitas dan Gamer mode yang merupakan mode untuk aktivitas gaming tanpa gangguan.

ZoneAlarm Free 14.1.057.000
Apps Antivirus & Security ZoneAlarm

7. Panda Free Antivirus

antivirus-terbaik-7

Antivirus dengan nama hewan lucu asal negeri Cina ini termasuk salah satu antivirus yang paling ringan untuk digunakan. Meski begitu, fitur yang ada gak bisa dikatakan ‘ringan’. Fitur-fitur tersebut antara lain adanya Real-time updates, atau USB protection untuk memantau perangkat USB yang keluar-masuk.

Panda Free Antivirus 16.1.2
Apps Antivirus & Security Panda Security

8. Sophos Home

antivirus-terbaik-8

Juga dikenal sebagai salah satu antivirus yang terbaik di kelasnya, Sophos Home mampu membasmi nyaris segala jenis ancaman virus yang mungkin membahayakan perangkat kamu. Hal itu dipastikan oleh Advanced computer security yang mampu membersihkan komputer dari segala macam virus.

Sophos Virus Removal Tool 2.5
Apps Antivirus & Security Sophos Ltd

9. 360 Total Security

antivirus-terbaik-9

360 Total Security adalah salah satu antivirus dengan fitur terbanyak. Ya. Keberadaan fitur-fitur yang juga ada di antivirus lain semisal Web protection dan Auto-scanning of files, ditambah dengan ragam fitur lain dijamin bikin komputer atau laptop kamu semakin aman.

360 Total Security 8.8.0.1080
Apps Antivirus & Security Qihu 360 Software Co.

10. adaware antivirus 12

antivirus-terbaik-10

Setelah melewati proses rebranding, adaware antivirus 12 akhirnya hadir sebagai salah satu opsi antivirus untuk kamu gunakan. Juga hadir dengan fungsi semisal PC protection, download protection dan beberapa fitur lain yang melengkapi antivirus yang softwarenya bisa kamu dapatkan gratis ini.

Akhir Kata

Itulah sepuluh antivirus terbaik di 2018 untuk perangkat komputer atau laptop kamu. Dengan memilih antivirus yang tepat dan sesuai kebutuhan, perangkat komputer maupun laptop kamu dijamin akan lebih aman dari risiko terinfeksi virus. Sebagai tambahan,

Bycahyono

Download Gratis Dzone Xtreme 8 Pro Full Version Software Karaoke

Download Gratis Dzone Xtreme 8 Pro Full Version (Software Karaoke) – Dzone Xtreme 8 Pro merupakan software yang digunakan untuk memutar lagu Karaoke. Dengan adanya software ini, anda dapat memutar lagu apapun tanpa suara vocal (Karaoke). Dzone Xtreme 8 Pro merupakan software Karaoke terbaik buatan Indonesia. Software ini banyak digunakan oleh perusahaan tempat hiburan seperti Karaoke. Jika anda tertarik untuk mencobanya, silahkan anda bisa Download Gratis Dzone Xtreme 8 Pro Full Version (Software Karaoke) pada link yang telah disediakan.

Cara Install:

1. Matikan Koneksi Internet & Antivirusnya.
2. Extract file yang telah anda download menggunakan winrar, lalu bukalah folder yang telah anda Extract.
3. Selanjutnya, jalankan file Installer yang bernama “Setup.exe”
4. Klik “Selanjutnya”.
5. Isi data – datanya, kemudian masukan “Nomor Seri” yang ada di bawah ini, lalu klik “Selanjutnya”.
6. Klik “Install Now”, lalu klik “Selanjutnya” kemudian klik “Instal” dan tunggulah sampai proses Instalasi selesai.
7. Jika sudah selesai, buka softwarenya melalui Shortcut Desktop.
8. Buka folder Keygen, lalu jalankan file yang bernama “Keygen.exe” dengan cara klik kanan lalu pilih “Run As Administrator”.
9. Pada jendela aktivasi Dzone 8 Pro, copy “Hardware ID”.
10. Pada aplikasi Keygen, pada kolom “PASSWORD”, masukan nama anda.
11. Berikan centang pada bagian “Hardware ID”, lalu pastekan “Hardware ID” yang telah anda copy, lalu klik “Generate”.
12. Pada kolom paling bawah (Registration key), copy “Activation Code” yang muncul.
13. Kembali lagi ke Jendela Aktivasi Dzone 8 Pro.
14. Masukan “PASSWORD” yang telah anda ketik pada aplikasi Keygen.
15. Pada kolom “Activation Code”, pastekan Activation Code yang telah anda copy dari aplikasi keygen, kemudian klik “OK”.
16. Selesai ^_^

Note:
+ Blokir software nya menggunakan Windows Firewall supaya akitvasi nya menjadi permanen
+ Bagi yang masih bingung cara menggunakan nya, silahkan tonton video yang ada di bawah ini

Feature

  • Unlimited Database
  • Almost All Multimedia
  • Support Kanji
  • Smart Searching
  • Change Wallpaper
  • Stereo on/off
  • DSP plugins / Pitch Control
  • Priority Song Playlist
  • Save/Load Playlist XLS
  • Change Skin
  • Repeat/Preview
  • Multi output video
  • Random Score
  • Crossfade Music
  • Touch Screen
  • Portable
  • Support win 7
  • Support Networking
  • Smart Import dan VM
  • Pilihan Antrian Meja
  • Running Text
  • Laporan Pemakaian Jam
  • Adjust auto screen resolution
  • Support Smart Remote / Android

Download Here

Bycahyono

Alternatif Adsense

Alternatif adsense terbaik. Ketika berbicara tentang bagaimana menghasilkan uang secara online dari sebuah situs /blog, hal pertama yang ada di pikiran kita adalah mendapatkan penghasilan melalui Google Adsense. Tetapi untuk mendapatkan akun google adsense tidak semua berjalan dengan mulus, karena banyak persyaratan google adsense untuk sebuah blog agar diterima full approved.

Bahkan ketika kita sudah merasa mempunyai banyak posting dan trafik mulai berjalan, tapi pengajuan google adsense tak kunjung diterima. Lantas apakah anda frustasi? Bagi kebanyakan orang, adsense bukanlah satu-satunya cara untuk menghasilkan uang dari blog. Cukup banyak alternatif adsense terbaik yang layak anda coba.

 

Ini beberapa alasan menggunakan alternatif selain google adsense

  • Anda selalu ditolak adsense walaupun berkali-kali mendaftar
  • Blog anda tidak memenuhi kriteria adsense, padahal trafiknya bagus.
  • Anda tidak leluasa mengelola blog dengan peraturan adsense yang begitu ketat.
  • Anda terlalu lama menunggu payout adsense yang minimal harus 100 $
  • Anda ingin mencoba monetisasi blog dengan iklan lain dan ingin membandingkan hasilnya.
  • Anda adalah mantan publisher adsense yang terkena banned.

Jangan putus asa, apalagi sampai meninggalkan blog yang sudah lama anda kelola. Karena masih banyak alternatif adsense terbaik yang bisa menghasilkan uang. Bahkan jika anda lebih serius dan fokus, penghasilan anda akan jauh lebih besar dari google adsense.

Banyak blogger India yang berpenghasilan luar biasa selain mengandalkan google adsense. Bahkan di antara mereka mampu menjadikan alternatif adsense sebagai penghasilan tetap setiap bulan.

Alternatif adsense terbaik untuk tahun 2017

Dibawah ini adalah alternatif terbaik untuk google adsense, dan bahkan bisa disandingkan dengan iklan adsense dalam satu blog. Tapi perlu dicatat, jika ingin menampilkan iklan dalam satu blog dengan adsense, pilh salah satu saja. Pilih yang sekiranya terbaik untuk anda.

Dan dibawah ini saya coba review alternatif adsense terbaik agar bisa dijadikan perbandingan.

1. Adnow

Adnow adalah alternatif Adsense terbaik favorit saya, sebab iklan Adnow bisa langsung dipasang bersamaan dengan iklan Google Adsense. Kalaupun Anda sudah terlanjur pasang iklan Adsense juga tidak menjadi masalah, justru akan semakin meningkatkan penghasilan Anda.

Adnow adalah jaringan saran iklan dan konten asli yang paling cepat berkembang yang bekerja pada kampanye bayar per klik. Anda bisa baca link berikut untuk penjelasan lengkapnya. Cara Mendapatkan Uang dengan Platform Native Advertising Adnow

Kelebihan dari Adnow untuk publisher adalah mampu mengalikan tampilan halaman untuk situs web atau jaringan situs web Anda. Mempromosikan konten secara otomatis dengan platform iklan bawaan akan meningkatkan tampilan laman Anda hingga 50%.

alternatif adsense terbaik

Saat ini Adnow memiliki 150.000 penerbit dan 1.7000 pengiklan dari 107 negara. Dengan Adnow, Anda akan mendapatkan manajer dukungan regional dalam penyesuaian bahasa yang jarang saya temukan di alternatif adsense lainnya. Dengan performa tinggi, Adnow saat ini menerima 200 juta tayangan setiap hari.

Untuk Payout nya juga bisa dilakukan mingguan, apabila earning sudahmencapai minimal $ 20. Untuk pembayaran bisa menggunakan Paypal ataupun Wire transfer. Adnow juga menyediakan komisi 5% untuk referral program, jadi Anda bisa mendapatkan keuntungan ganda.

2. PayClick

PayClick merupakan perusahaan periklanan premium dengan flatform Native Advertising yang berdiri sejak tahun 2010. Sampai saat ini telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 120.000 pemasang iklan, yang sudah tersebar di 107 negara. Kelebihan lain dari perusahaan periklanan PayClick ini adalah fitur teknologi iklan yang paling modern dan lebih mengutamakan kenyamanan pengguna.

Alternatif adsense terbaik

Iklan Native Ads dari PayClick bersifat relevan yang dapat menyesuaikan dan menyatu dengan konten website, sehingga visitor web akan sulit membedakan antara konten dan iklan. Semua jenis iklan adalah responsive, sehingga dapat terlihat secara nyaman pada semua perangkat ponsel, tablet, dekstop dan laptop.

PayClick adalah solusi terbaik untuk pemilik web yang sampai saat ini belum diterima oleh Google Adsense. Syarat untuk pendaftarannya sangat mudah sekali, karena tidak ada minimal jumlah trafik untuk diterima sebagai publisher. Selain itu, untuk mendapatkan penghasilan tidak mengharuskan ada klik iklan, karena untuk setiap rasio 1000 hits Anda juga akan dibayar.

Selengkapnya bisa Anda baca disini : Payclick Native Ads Solusi Terbaik Untuk Meningkatkan Penghasilan Blog

Setiap minggu Anda bisa menerima pembayaran apabila penghasilan sudah mencapai minimal $20, untuk metode pembayaran terdapat banyak pilihan seperti Paypal, Wire, e-Payment, Payoneer dan Webmoney. Sangat mudah, bukan?

Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa dolar untuk blog dan website, tanpa harus menunggu lama untuk persetujuan menjadi publisher iklan. Dengan PayClikc blog Anda bisa langsung di monetize dan menghasilkan uang.

3. RevenueHits

Ini adalah jaringan iklan berbasis kinerja yang membantu Anda mendapatkan uang dengan CPA (Cost Per Action) berbasis sistem. Pihak pengiklan akan membayar ketika pengunjung memberikan untuk setiap tindakan tertentu seperti mendaftar ke situs mereka menawarkan dll.

RevenueHits memiliki iklan yang terdiri dari teks dan tampilan iklan yang efektif yang mempromosikan penawaran berbasis kinerja. Dengan menyediakan jenis-jenis iklan yang terbukti atraktif, alternatif AdSense ini membantu Anda meningkatkan pendapatan.

Ini beberapa kelebihan dari revenueHits

  • Lebih dari 2 miliar tayangan iklan setiap hari
  • Jutaan pengguna aktif
  • Hasil maksimal atas investasi dan banyak lagi  pendapatan untuk setiap monetisasi dari blog.

Mengapa RevenueHits jadi alternatif terbaik adsense

  • Tidak seperti AdSense yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan account aktif.
  • Saat mendaftar RevenueHits, maka anda akan langsung mendapat akun aktif.
  • Anda hampir dapat menargetkan negara manapun pada setelan demografi.
  • Sistem pembayaran menggunakan  PayPal, Payoneer, Wire transfer.

Jenis format iklan di RevenueHits

  • Banners
  • Sliders
  • Shadow box
  • Top of the banner
  • Footer

4. Media.net Contextual and Display Ads

Alternatif adsense terbaik lainnya adalah Media.net, Ini juga salah satu pasar terbesar bagi pengiklan untuk meningkatkan eksposur merek online, sehingga menghasilkan uang dengan posting iklan lain di situs Anda yang dapat memberikan potensi pendapatan setiap bulan.

alternatif adsense terbaik
Image from media.net

Ini adalah jaringan iklan yang diprakarsai oleh Yahoo/bing yang menempatkan iklan kontekstual di blog Anda yang sangat relevan dengan konten.

Apa yang dimaksud dengan iklan kontekstual?

Sebagai contoh : Blog anda membahas tentang pariwisata, travel ataupun jasa persewaan yang berhubungan dengan obyek wisata. Maka iklan kontekstual akan mengikuti dan berbaur dengan konten atau jenis niche blog.

Dengan kata lain iklan kontekstual selalu berhubungan dengan isi blog maupun website. Nah menarik bukan? Jika anda tertarik bisa langsung mendaftar ke Media.net.

5. Chitika

Chitika juga salah satu alternatif adsense terbaik yang bisa langsung disandingkan dengan iklan adsense. Jenis iklan dari Chitika kebanyakan juga kontekstual yang berbasis Search Targetted Ads dengan iklan yang relevan.

alternatif adsense terbaik
Image from chitika

Selain itu, Chitika juga mempunyai Local Ads. Yaitu menampilkan iklan yang sesuai dengan lokasi pengunjung blog. Serta Mobile Ads yang menampilkan iklan sesuai untuk format mobile.

Untuk sistem pembayaran dilakukan melalui Paypal (minimal $10), Sangat mudah karena Paypal sendiri bersifat universal, dan untuk mendaftar paypal juda tidak terlalu sulit.

6. BuySellAds

BuySellAds adalah pasar untuk membeli dan menjual ruang iklan di situs web dan blog. Intinya, anda hanya menyediakan tempat atau space (ruang) iklan pada blog anda sesuai dengan kesepakatan dan kriteria yang sudah ditentukan.

Tetapi BuySellAds mempuyai kriteria tertentu, di antaranya adalah blog harus mempunyai trafik yang tinggi. Nah, jika trafik blog anda belum mencukupi sebaiknya bia lirik alternatif adsense terbaik lainnya.

alternatif adsense terbaik
Image from BuySellAds

BuySellAds memberikan bagi hasil yang lumayan tinggi, yaitu sekitar 75%. Pembayaran dilakukan melalui Paypal setiap 2 minggu sekali, tanpa ada batasan paling rendah.

7. Infolinks

Infolinks menampilkan iklan yang sesuai dengan konten situs Anda. Infolinks mengkonversi kata kunci tertentu dari konten situs Anda ke dalam link iklan dan Anda dibayar untuk setiap klik yang dilakukan pada iklan tersebut.

Ini juga merupakan alternatif adsense terbaik. Tips terbaik untuk meningkatkan penghasilan Anda dari infolinks adalah untuk tidak menempatkan banyak link pada satu halaman,  buat 6-8 infolinks per halaman dan Anda pasti akan melihat beberapa hasil yang baik.

alternatif adsense terbaik
Image from infolinks

Sistem pembayaran Infolinks bisa melalui Paypal, Check dan Transfer Bank (wired)tetapi masih bank tertentu saja,. Untuk memastikan bahwa bank lokal bisa menerima pembayaran Infolink, sebaiknya dikonfirmasi secara langsung melalui pihak bank terkait.

8. Qadabra

Untuk mendaftar Qadabra sangatlah mudah, tanpa melalui proses yang berbelit-belit dan langsung bisa mendapatkan kode iklan untuk dipasang di blog. Qadabra berbasis eCPM dengan penawaran penghasilan yang sangat baik, jenis iklan Qadabra menawarkan media yang kaya termasuk pilihan untuk popup.

alternatif adsense terbaik
Image from Qadabra

9. Bidvertiser

Bidvertiser adalah alternatif Google Adsense dengan  kategori Pay Per Click. Selain dibayar untuk setiap iklan Bidvertiser pada website Anda, Anda akan juga akan mendapat uang tambahan untuk setiap konversi melalui iklan.

Bidvertiser memiliki berbagai format iklan yang kebanyakan sama dengan iklan adsense, diantaranya :

  • Ukuran 728 × 90 Spanduk horizontal
  • Ukuran 160 × 600 Skyscraper
  • Ukuran 300 × 600 Setengah halaman
  • Ukuran 300 × 250 Rectangle
  • Ukuran 336 × 280 persegi panjang besar

Serta format iklan standar lain yang sama persis dengan iklan adsense. Bidvertiser memastikan bahwa hanya iklan dengan tawaran tertinggi akan ditampilkan pada situs dan blog.

Bidvertiser mengirimkan pembayaran ke penerbit nya melalui Cek, Transfer Kawat, dan Paypal. Anda bisa menerima pembayaran langsung setelah mencapai minimum payout $ 10.

10. Clicksor

Clicksor menawarkan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menggunakan pilihan teks atau banner kontekstual di website atau blog. Masih sama dengan alternatif adsense terbaik lainnya bahwa jenis iklan bisa ditargetkan.

Syarat mendaftar Clicksor

  • Jumlah minimal pageview atau tayangan adalah 50.000 perbulan. Ini artinya anda harus mempunyai minimal 500 – 700 pengunjung setiap hari atau jumlah pageview minimal 1600 perhari
  • Blog bukan termasuk dalam kategori konten dewasa.

Clicksor menggunakan rate untuk setiap pembayaran jenis iklan yang di pasang oleh publisher, seperti dibawah ini :

  • Text Ads Cost Per Click (CPC), Pay Per Click (PPC) rates are $0.035 per click
  • Graphical / Rich Media Banners CPM rates are $0.20 per 1,000 impressions
  • Graphical Banners CPC rates are $0.035 per click
  • Pop-unders CPV rates are $0.0025 per visitor
  • Interstitial Ads CPI rates are $0.0025 per interstitial Ad

Batas pembayaran minimum adalah $ 50 melalui cek atau PayPal. Untuk penghasilan lebih dari $ 1000, pembayaran menggunakan Bank (Wired) dan Clicksor akan membebankan biaya administrasi sebesar $ 75.

Nah, itulah daftar alternatif adsense terbaik untuk tahun 2016 yang layak anda coba. Sekali lagi google adsense bukan satu-satunya pilihan utnuk menghasilkan unag dari internet melalui blog.

Jika anda kreatif dan menghasilkan trafik yang tinggi pada blog, maka alternatif adsense di atas bisa menjadi pilihan yang tepat.

11 . Short Link Mendapatkan uang Daftar

12 Shorlink Yang dapat menghasilkan uang ke 2 Daftar

Bycahyono

Download Windows 11 ISO Pro

This new version has revolutionized its predecessors. Until then, Microsoft Windows 10 ISO Pro was doing success on I hope that Windows 11 ISO comes extinguish his star .In this version we can observe several modifications starting from the design until the functionalities.

  • You will see in this version an update of the materials
  • The update of graphics is not forgotten in this version of Windows 11 ISO .

How to download Windows 11 ISO Pro?

This question seems a bit mundane because the very purpose of this article is to offer the download of Windows 11 Pro ISO . If you are there, you will find below the link (a red button with the inscription Download)  that you will click, if afterwards you are told that your download will start automatically, you must look for the text ” Click here “.

Why only an ISO file?

.ISO is an ideal format for those who plan to start the installation of windows or any other software on Physical Computers. The disk image of your Operating System will be wrapped in a simple executable installation program that will require only a Hard Disk to install on an optical medium.

How to Install Windows 11

For more informations, you can visit this tutorial about How to Install Windows 11 Concept Pro.

Minimal Condition for Installing Windows 11 Pro

Want to know the minimum requirements to run Windows 11 Pro on your PC? Here are the most recommended:

  1. You must have 12 GB  of free memory space in your hard drive.
  2. Have a RAM memory of at least 1.10 GB or more.
  3. Have more 60 MB of video RAM

Let’s end with the direct

Download here

Or

Download Here

Bycahyono

Panduan Cara install Windows 10

Tutorial yang akan saya bagikan kali ini mengenai cara menginstall (ulang) windows 10. Seperti yang anda ketahui bahwa windows 10, sistem operasi besutan Microsoft ini mengundang perhatian khusus bagi pengguna komputer.

Banyak dari mereka yang melakukan upgrade dari sistem operasi lama mereka ke windows 10. Hal tersebut wajar-wajar saja, mengingat interface dari windows 10 ini sangatlah elegan dan keren.

Tampilan windows 10 ini merupakan perpaduan antara windows 7 dan windows 8. Perlu anda tahu juga, cara menginstallnya pun hampir mirip dengan cara menginstall windows 8. Saran saya, baca baik-baik tutorialnya sampai habis biar nantinya tidak ada masalah ketika proses instalasi windows 10 nya.

Sebelum menginstall sistem operasi windows 10, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan, diantaranya sebagai berikut :

  • Siapkan DVD installer windows 10 nya terlebih dahulu yah, karena tutorial kali ini menggunakan DVD untuk media instalasinya.
  • Agar booting pertama kali dari DVD, silakan setting terlebih dahulu boot device priority pada menu BIOS.
  • Jika yang diinstall laptop, colokkan charger segera, jangan sampai batrei habis waktu melakukan instalasi.
  • Seperti biasa, siapkan beberapa camilan atau bisa juga sambil dengerin musik, karena proses instalasi windows 10 cukup lama. Proses instalasinya kurang lebih setengah jam dan setengah jam itu sangat lama bagi saya, hehehe nginstallnya nyantai saja sambil nyemil.

Bagaimana cara setting BIOS agar booting dari DVD?

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, anda harus setting BIOS agar booting pertama kali dilakukan dari DVD. Karena defaultnya komputer/ laptop booting pertama kali dari HDD, maka anda harus menggantinya dengan cara sebagai berikut :

1. Nyalakan atau restart komputer/ laptop anda. Setelah itu, tekan tombol DEL(Delete) berulang kali sampai muncul tampilan BIOS seperti gambar dibawah ini. Oh yah, tidak semua komputer/ laptop menggunakan tombol DEL untuk masuk ke menu BIOS loh, ada beberapa tombol yang paling umum digunakan seperti F1, F2, atau Fn+F2 tergantung manufacturernya. Selanjutnya pindah ke tab Boot menggunakan tombol ◄ ►.

 

read more

Bycahyono

Building Your First Laravel Application

Since its initial release in 2011, Laravel has experienced exponential growth. In 2015, it became the most starred PHP framework on GitHub and rose to the go-to framework for people all over the world.

Laravel focuses on the end user first, which means its focus is on simplicity, clarity, and getting work done. People and companies are using it to build everything from simple hobby projects all the way to Fortune 500 companies.

My goal with this Laravel tutorial to create a guide for those just learning the framework. This guide will take you from the very beginning of an idea into a real deployable application.

This look at Laravel will not be exhaustive, covering every detail of the framework, and it does expect a few prerequisites. Here is what you will need to follow along:

  • A local PHP environment (Valet, Homestead, Vagrant, MAMP, etc.).
  • A database. I’ll be using MySQL.
  • PHPUnit installed.
  • Node installed.

Note: For the local PHP environment I am using a Mac and Valet because it automatically sets up everything. If you are on Windows, you should consider Homestead or some flavor of a virtual machine.

I am attempting to go through the process of creating a new application just as I would in a real-world environment. In fact, the code and idea are from a project I built.

Planning

Every project has to start from somewhere, either assigned to you by your work or just an idea in your head. No matter where it originates, thoroughly planning out all the features before you start coding is paramount in completing a project.

How you plan is dependent on how your mind works. As a visual person, I like to plan on paper, drawing out the way I picture the screens looking and then working backward into how I would code it. Others prefer to write a project plan in a text file, wiki, or some mind mapping tool. It doesn’t matter how you plan, just that you do it.

For this guide, we are going to be building a link directory. Here is a list of fundamental goals for this links app:

  1. Display a simple list of links.
  2. Create a form where people can submit new links.
  3. Validate the form.
  4. Insert the data into the database.

Let’s get started!

The First Steps

With a simple plan of attack outlined, it’s time to get a brand new empty project up and running. I like to put all my projects in a ~/Sites directory, and these instructions will use that location. I’ve already “parked” this directory in Valet, so any folders will automatically be mapped to “foldername.dev” in the browser.

Open your terminal application and switch into this directory.

mkdir ~/Sites
cd ~/Sites

Next, install Laravel’s command line installer:

composer global require "laravel/installer"

You need to make sure that the global Composer bin is in your path. You can do so by adding the following to your PATH in your ~/.bash_profile or ~/.zshrc if you are using Z shell:

export PATH="$HOME/.composer/vendor/bin:$PATH"

For the path to take effect, you need to restart your terminal session of source the file again:

source ~/.bash_profile

Now you can use the Laravel installer to create new projects from the command line:

laravel new links

This will create a new directory at ~/Sites/links and install an stock Laravel project. Visiting links.dev in the browser now shows the default Laravel welcome page:

Now scaffold out the authentication system by running:

php artisan make:auth

Even though this tutorial will not dive into authentication by running this command, it will modify our views and routes. So by doing it early, we don’t have to worry about it messing with any of our code.

With the basics set up and working, it’s time to start doing some coding.

Building a List of Links

If you start thinking about the whole finished project, it’s easy to get overwhelmed. The best way to fight this is to break everything down into small tasks. So, let’s start with showing a list of links.

Even though showing a list of links sounds like a small task it still requires a database, a database table, data in the table, a database query, and a view file.

Creating a migration will be the first step, and the Laravel Artisan command line tool can help us build that.

php artisan make:migration create_links_table --create=links

Now, open the file this command created. It will be located at database/migrations/{{datetime}}_create_links_table.php.

Inside the up method add our new columns:

Schema::create('links', function (Blueprint $table) {
      $table->increments('id');
      $table->string('title');
      $table->string('url')->unique();
      $table->text('description');
      $table->timestamps();
});

Save the file and run the migration:

php artisan migrate

While you are working with test data, you can quickly apply the schema:

php artisan migrate:fresh

Next, we need some data and a model to work with our database table. Laravel provides two features which help with this: the first is a database seeder, which populates the database with data, and second, the model factory files that allow us to generate fake model data that we can use to fill our development database and tests:

php artisan make:model --factory Link

The --factory flag will generate a new factory file in the database/factories path, in our case a new LinkFactory file will include an empty factory definition for our Link model.

Open the LinkFactory.php file and fill in the following:

<?php

use Faker\Generator as Faker;

/* @var Illuminate\Database\Eloquent\Factory $factory */

$factory->define(App\Link::class, function (Faker $faker) {
    return [
        'title' => substr($faker->sentence(2), 0, -1),
        'url' => $faker->url,
        'description' => $faker->paragraph,
    ];
});

We use the $faker->sentence() method to generate a title, and substr to remove the period at the end of the sentence.

Next, create the link seeder, so we can easily add demo data to the table:

php artisan make:seeder LinksTableSeeder

The make:seeder command generates a new database seeder class to seed our links table. Open the database/seeds/LinksTableSeeder.php file and add the following:

public function run()
{
    factory(App\Link::class, 5)->create();
}

In order to “activate” the LinksTableSeeder, we need to call it from the main database/seeds/DatabaseSeeder.php run method:

public function run()
{
    $this->call(LinksTableSeeder::class);
}

You can now run the migrations and seeds to add data to the table automatically. Using the migrate:fresh command, we can get a clean schema that applies all migrations and then seeds the database:

$ php artisan migrate:fresh --seed
Dropped all tables successfully.
Migration table created successfully.
Migrating: 2014_10_12_000000_create_users_table
Migrated:  2014_10_12_000000_create_users_table
Migrating: 2014_10_12_100000_create_password_resets_table
Migrated:  2014_10_12_100000_create_password_resets_table
Migrating: 2017_11_03_023418_create_links_table
Migrated:  2017_11_03_023418_create_links_table
Seeding: LinksTableSeeder

Using the tinker shell you can start playing around with the model data:

>>> \App\Link::first();
=> App\Link {#747
     id: 1,
     title: "Aliquam quo pariatur",
     url: "https://gibson.com/consequuntur-consequatur-eius-expedita-maiores-quaerat-occaecati.html",
     description: "Temporibus eaque aspernatur...",
     created_at: "2017-11-04 05:35:45",
     updated_at: "2017-11-04 05:35:45",
   }
>>>

We have the data place and a model to interact with the database. We are now ready to start building the UI to add new links to the application.

Routing and Views

To build out a view showing the list of links, we need to update the main project route and also define a new route that will display our submission form. We can add new routes to our application in the routes/web.php file.

In the web routes file you should see the default route below:

Route::get('/', function () {
    return view('welcome');
});

To create a new route we can either use a route closure or a dedicated controller class. In this tutorial, we will use closures for our submission and index routes.

First, let’s update the home route by getting a collection of links from the database and passing them to the view:

Route::get('/', function () {
    $links = \App\Link::all();

    return view('welcome', ['links' => $links]);
});

The second argument can be an associative array of data, and the key ends up being the variable name in the template file.

You can also use a fluent API to define variables if you prefer:

// with()
return view('welcome')->with('links', $links);

// dynamic method to name the variable
return view('welcome')->withLinks($links);

Next, edit the welcome.blade.php file and add a simple foreach to show all the links:

@foreach ($links as $link)
    <a href="{{ $link->url }}">{{ $link->title }}</a>
@endforeach

Here’s what the welcome.blade.php HTML should look like:

<body>
    <div class="flex-center position-ref full-height">
        @if (Route::has('login'))
            <div class="top-right links">
                @auth
                    <a href="{{ url('/home') }}">Home</a>
                @else
                    <a href="{{ route('login') }}">Login</a>
                    <a href="{{ route('register') }}">Register</a>
                @endauth
            </div>
        @endif

        <div class="content">
            <div class="title m-b-md">
                Laravel
            </div>

            <div class="links">
                @foreach ($links as $link)
                    <a href="{{ $link->url }}">{{ $link->title }}</a>
                @endforeach
            </div>
        </div>
    </div>
</body>

If you refresh your browser, you should now see the list of all the links added. With that all set, let’s move to submitting links.

Displaying the Link Submission Form

We are almost done creating our first application in Laravel. We will round out this Laravel tutorial with the ability for others to submit links into the app, which requires three fields: title, URL, and a description.

I am a visual person, and before planning out features requiring HTML, I like to draw them out so I can get an idea of what I’m building in my head. Here is a simple drawing of this form:

 

Since we’ve added all the core structure, model factory, migration, and model, in the last section, we can reap the benefits by reusing all those for this section.

First, create a new route in the routes/web.php file:

Route::get('/submit', function () {
    return view('submit');
});

Next, we need to create the submit.blade.php template at resources/views/submit.blade.php with the following boilerplate bootstrap markup:

@extends('layouts.app')
@section('content')
    <div class="container">
        <div class="row">
            <h1>Submit a link</h1>
            <form action="/submit" method="post">
                @if ($errors->any())
                    <div class="alert alert-danger" role="alert">
                        Please fix the following errors
                    </div>
                @endif

                {!! csrf_field() !!}
                <div class="form-group{{ $errors->has('title') ? ' has-error' : '' }}">
                    <label for="title">Title</label>
                    <input type="text" class="form-control" id="title" name="title" placeholder="Title" value="{{ old('title') }}">
                    @if($errors->has('title'))
                        <span class="help-block">{{ $errors->first('title') }}</span>
                    @endif
                </div>
                <div class="form-group{{ $errors->has('url') ? ' has-error' : '' }}">
                    <label for="url">Url</label>
                    <input type="text" class="form-control" id="url" name="url" placeholder="URL" value="{{ old('url') }}">
                    @if($errors->has('url'))
                        <span class="help-block">{{ $errors->first('url') }}</span>
                    @endif
                </div>
                <div class="form-group{{ $errors->has('description') ? ' has-error' : '' }}">
                    <label for="description">Description</label>
                    <textarea class="form-control" id="description" name="description" placeholder="description">{{ old('description') }}</textarea>
                    @if($errors->has('description'))
                        <span class="help-block">{{ $errors->first('description') }}</span>
                    @endif
                </div>
                <button type="submit" class="btn btn-default">Submit</button>
            </form>
        </div>
    </div>
@endsection

There’s quite a bit going on in this form, so let’s go over the major points that might be confusing when you are new to Laravel.

Near the top of the form, we have a blade conditional that checks to see if there are any validation errors. When errors exist, the bootstrap alert message will be shown, prompting the user to fix the invalid form fields:

@if ($errors->any())
    <div class="alert alert-danger" role="alert">
        Please fix the following errors
    </div>
@endif

Each individual form field checks for validation errors and displays an error message and outputs a has-error class:

<div class="form-group{{ $errors->has('title') ? ' has-error' : '' }}">
    <label for="title">Title</label>
    <input type="text" class="form-control" id="title" name="title" placeholder="Title" value="{{ old('title') }}">
    @if($errors->has('title'))
        <span class="help-block">{{ $errors->first('title') }}</span>
    @endif
</div>

If the user submits invalid data, the route will store validation in the session and redirect the user back to the form. The {{ old('title') }} function will populate the originally submitted data. If a user forgot to submit one of the fields, the other fields that have data would be populated after validation fails and errors are shown.

If a field has an error, the first() method returns the first error for a given field:

{{ $errors->first('title') }}

Submitting the Form

With the form in place, we are ready to handle the POST data and validate data. Back in the routes/web.php file, create another route for the POST request:

use Illuminate\Http\Request;

Route::post('/submit', function (Request $request) {
    $data = $request->validate([
        'title' => 'required|max:255',
        'url' => 'required|url|max:255',
        'description' => 'required|max:255',
    ]);

    $link = tap(new App\Link($data))->save();

    return redirect('/');
});

This route is a little more complicated than the others.

First, we are injecting the Illuminate\Http\Request object, which holds the POST data and other data about the request.

Next, we use the request’s validate() method to validate the form data. The validate method was introduced in Laravel 5.5 and is a nice shortcut over other methods used for validation. As a bonus, the validated fields are returned to the $data variable, and we can use them to populate our model.

We require all three fields, and using the pipe character; we can define multiple rules. All three rules can have a max of 255 characters, and the url field requires a valid URL.

If validation fails, an exception is thrown, and the route returns the user with the original input data and validation errors.

Next, we use the tap() helper function to create a new Link model instance and then save it. Using tap allows us to call save() and still return the model instance after the save.

Typically, you would have to do the following without tap, it just adds a little syntactic sugar:

$link = new \App\Link($data);
$link->save();

return $link;

If we want to populate a new model with data, we need to allow the fields to be “fillable” via mass assignment. The fillable property is designed to prevent fields from being mass-assigned except for the items you define in the array.

In our case, we are validating each field so allowing them to be mass-assigned is safe. To allow our model assign values to these fields, open the app/Link.php file and update it to look like the following:

<?php

namespace App;

use Illuminate\Database\Eloquent\Model;

class Link extends Model
{
    protected $fillable = [
        'title',
        'url',
        'description'
    ];
}

If we wanted to prevent mass-assignment, this is how our code would look:

$data = $request->validate([
    'title' => 'required|max:255',
    'url' => 'required|url|max:255',
    'description' => 'required|max:255',
]);

$link = new \App\Link;
$link->title = $data['title'];
$link->url = $data['url'];
$link->description = $data['description'];

// Save the model
$link->save();

The last thing we do in our POST route redirects the user back to the home page after saving the link successfully.

Testing the Form Submission

Laravel makes HTTP testing a breeze for performing integration tests against routes and middleware, so let’s write a few feature tests to verify our code works as expected.

Before we get started, we need to adjust a few things in our phpunit.xml file so that we can use an in-memory SQLite database. You will need to make sure that you have the proper PHP modules installed.

Using environment variables, we can change the database connection by adding a few new variables to the config:

<php>
        <!-- ... -->
    <env name="DB_CONNECTION" value="sqlite"/>
    <env name="DB_DATABASE" value=":memory:"/>
        <!-- ... -->
</php>

Next, remove the placeholder test that ships with Laravel:

rm tests/Feature/ExampleTest.php

We are ready to start testing the /submit form through HTTP requests to make sure that the route validation, saving, and redirecting are working as expected.

First, let’s create a new feature test to test against our route:

php artisan make:test SubmitLinksTest

The command creates a new testing file with the proper dependencies, including a RefreshDatabase trait that we are going to use to verify that our links are being saved to the database when valid.

Open the new tests/Feature/SubmitLinksTest.php file and let’s define a few skeleton tests in the body of the class that we are going to flesh out:

/** @test */
function guest_can_submit_a_new_link() {}

/** @test */
function link_is_not_created_if_validation_fails() {}

/** @test */
function link_is_not_created_with_an_invalid_url() {}

/** @test */
function max_length_fails_when_too_long() {}

/** @test */
function max_length_succeeds_when_under_max() {}

These tests should give you a high-level overview of what we are going to test:

  1. Verify that valid links get saved in the database
  2. When validation fails, links are not in the database
  3. Invalid URLs are not allowed
  4. Validation should fail when the fields are longer than the max:255 validation rule
  5. Validation should succeed when the fields are long enough according to max:255.

We might be missing some things, but for your first Laravel application, this is a decent list that should illustrate some basic HTTP testing techniques in Laravel.

Saving a valid link

The first test we’ll write is the test that verifies that valid data gets stored in the database:

<?php

namespace Tests\Feature;

use Illuminate\Validation\ValidationException;
use Tests\TestCase;
use Illuminate\Foundation\Testing\RefreshDatabase;

class SubmitLinksTest extends TestCase
{
    use RefreshDatabase;

    /** @test */
    function guest_can_submit_a_new_link()
    {
        $response = $this->post('/submit', [
            'title' => 'Example Title',
            'url' => 'http://example.com',
            'description' => 'Example description.',
        ]);

        $this->assertDatabaseHas('links', [
            'title' => 'Example Title'
        ]);

        $response
            ->assertStatus(302)
            ->assertHeader('Location', url('/'));

        $this
            ->get('/')
            ->assertSee('Example Title');
    }
}

Take note of the RefreshDatabase trait which makes sure that each test has a new database to give each test a pristine database environment with all the migrations.

Our first test submits valid post data, which returns a response object that we can use to assert that our route responded as expected. We verify that the database contains a record with the title we just created.

Next, we verify that the response was a 302 status code with a Location header pointing to the homepage.

Last, we request the home page and verify that the link title is visible on the homepage.

Testing Failed Validation

When a user generally submits bad data, we expect the validation to trigger an exception and we can use that to make sure our validation layer is working:

/** @test */
function link_is_not_created_if_validation_fails()
{
    $response = $this->post('/submit');

    $response->assertSessionHasErrors(['title', 'url', 'description']);
}

We use Laravel’s assertSessionHasErrors() to make sure that the session has validation errors for each of our required fields. Because we submitted empty data to the route, we expect the required rule will trigger for each field.

Let’s run the test suite to verify our work thus far:

$ vendor/bin/phpunit
PHPUnit 6.4.3 by Sebastian Bergmann and contributors.

...                                                                 3 / 3 (100%)

Time: 173 ms, Memory: 16.00MB

OK (3 tests, 10 assertions)

Testing URL Validation

We expect only valid URLs to pass validation so that our application doesn’t try to display invalid data.

/** @test */
function link_is_not_created_with_an_invalid_url()
{
    $this->withoutExceptionHandling();

    $cases = ['//invalid-url.com', '/invalid-url', 'foo.com'];

    foreach ($cases as $case) {
        try {
            $response = $this->post('/submit', [
                'title' => 'Example Title',
                'url' => $case,
                'description' => 'Example description',
            ]);
        } catch (ValidationException $e) {
            $this->assertEquals(
                'The url format is invalid.',
                $e->validator->errors()->first('url')
            );
            continue;
        }

        $this->fail("The URL $case passed validation when it should have failed.");
    }
}

Laravel 5.5 introduced the withoutExceptionHandling() method which disables Laravel’s route exception handling code used to generate an HTTP response after an exception. We use this to our advantage so we can inspect the validation exception object and assert against the error messages.

We loop through various cases (add your own if you’d like to cover more scenarios) and catch instances of ValidationException. If the text makes it past the exception handling, we manually fail the test because we expect the route throws a ValidationExcepiton exception each time.

The catch block uses the validator object to check the url error and asserts that the actual error message matches the expected validation error message.

I like using the try/catch technique, followed by a $this->fail() as a safety harness instead of using exception annotations provided by PHPUnit. I feel catching the exception allows the ability to do assertions that wouldn’t otherwise be possible and provides a more granular control that I like in most cases.

Testing Max Length Validation

We will test a few scenarios with the max:255 validations rules: when the field fails max-length validation with a length of 256 characters, and when the field is long enough to pass validation at 255 characters.

Although Laravel contains the max validation rule functionality, I like to test it to verify that my application applies the rules. If someone removes the max validation rule, then the tests will catch it.

I like to test the threshold of min and max validation rules as an extra caution to make sure my application respects the min and max boundaries I set.

First, let’s test the “max length” scenario:

/** @test */
function max_length_fails_when_too_long()
{
    $this->withoutExceptionHandling();

    $title = str_repeat('a', 256);
    $description = str_repeat('a', 256);
    $url = 'http://';
    $url .= str_repeat('a', 256 - strlen($url));

    try {
        $this->post('/submit', compact('title', 'url', 'description'));
    } catch(ValidationException $e) {
        $this->assertEquals(
            'The title may not be greater than 255 characters.',
            $e->validator->errors()->first('title')
        );

        $this->assertEquals(
            'The url may not be greater than 255 characters.',
            $e->validator->errors()->first('url')
        );

        $this->assertEquals(
            'The description may not be greater than 255 characters.',
            $e->validator->errors()->first('description')
        );

        return;
    }

    $this->fail('Max length should trigger a ValidationException');
}

Again, we disable exception handling and create data that is one character too long to pass validation.

We assert each field to make sure they all have a max length validation error message.

Last, we need to return in the caught exception and use the $this->fail() as a safety harness to fail the test.

Next, we test the “under the max” scenario:

/** @test */
function max_length_succeeds_when_under_max()
{
    $url = 'http://';
    $url .= str_repeat('a', 255 - strlen($url));

    $data = [
        'title' => str_repeat('a', 255),
        'url' => $url,
        'description' => str_repeat('a', 255),
    ];

    $this->post('/submit', $data);

    $this->assertDatabaseHas('links', $data);
}

We make the form data long enough to pass max:255 validation and assert that the data is in the database after submitting the data.

Run the test suite and make sure everything is passing:

$ vendor/bin/phpunit
PHPUnit 6.4.3 by Sebastian Bergmann and contributors.

......                                                              6 / 6 (100%)

Time: 197 ms, Memory: 16.00MB

OK (6 tests, 17 assertions)

Conclusion

Congratulations on making it through the tutorial. This guide was designed to get you started on building your app, and you can use this as a building block to gain the skills you need to develop your application. I know this covers a lot of features and can be overwhelming if you are not familiar with the framework.

I hope this introduction to Laravel shows you why so many people are excited about the framework.

Bycahyono

Python Tuples

Learn about Python tuples: what they are, how to create them, when to use them, what operations you perform on them and various functions you should know.

Similar to Python lists, tuples are another standard data type that allows you to store values in a sequence. They might be useful in situations where you might want to share the data with someone but not allow them to manipulate the data. They can however use the data values, but no change is reflected in the original data shared.

In this tutorial, you will see Python tuples in detail:

  • You will learn how you can initialize tuples. You will also see the immutable nature of tuples through examples;
  • You’ll also discover how a tuple differs from a Python list;
  • Then, you will see the various tuple operations, such as slicing, multiplying, concatenating, etc.;
  • It is helpful to know some built-in functions with tuples and you will see some important ones in this section.
  • Finally, you’ll see that it is also possible to assign multiple values at once to tuples.

Be sure to check out DataCamp’s Data Types for Data Science course, where you can consolidate and practice your knowledge of data structures such as lists, dictionaries, sets, and many more! Alternatively, also check out this Python Data Structures Tutorial, where you can learn more about the different data structures that Python uses.

Python Tuple

As you already read above, you can use this Python data structure to store a sequence of items that is immutable (or unchangeable) and ordered.

Tuples are initialized with () brackets rather than [] brackets as with lists. That means that, to create one, you simply have to do the following:

cake = ('c','a','k','e')
print(type(cake))
<class 'tuple'>

Remember that the type() is a built-in function that allows you to check the data type of the parameter passed to it.

Tuples can hold both homogeneous as well as heterogeneous values. However, remember that once you declared those values, you cannot change them:

mixed_type = ('C',0,0,'K','I','E')

for i in mixed_type:
    print(i,":",type(i))
C : <class 'str'>
0 : <class 'int'>
0 : <class 'int'>
K : <class 'str'>
I : <class 'str'>
E : <class 'str'>
# Try to change 0 to 'O'
mixed_type[1] = 'O'
---------------------------------------------------------------------------

TypeError                                 Traceback (most recent call last)

<ipython-input-16-dec29c289a95> in <module>()
----> 1 mixed_type[1] = 'O' # Trying to change 0 to 'O'


TypeError: 'tuple' object does not support item assignment

You get this last error message because you can not change the values inside a tuple.

Here is another way of creating a tuple:

numbers_tuple = 1,2,3,4,5
print(type(numbers_tuple))
<class 'tuple'>


sumber : https://www.datacamp.com/community/tutorials/python-tuples-tutorial
Bycahyono

Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog Atau Website Dengan Simple


Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog Atau Website Dengan Simple – Cara meningkatkan pengunjung blog bisa dilakukan dengan cara yang simple dan sederhana, walaupun tanpa kita sadari, trik simple dan sederhana ini ternyata sangat berpengaruh terhadap blog atau website kalian setiap harinya.

Siapa yang tidak ingin blognya di banjiri oleh pengunjung blog? Apalagi pengunjung itu datang dari google atau visitor yang organik dengan mendapatkan pengujung yang banyak apalagi dari google, blog atau website kalian akan menjadi meningkat rangkingnya. untuk kalian yang mau tipsnya bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjung organik bisa baca ini “Cara Meningkatkan Jumlah Pengunjung Organik Blog Berlipat Lipat”

Kita tidak bisa memaksakan untuk langsung mendapatkan traffic/pengunjung blog atau website dalam waktu yang begitu cepat, karena semua itu perlu usaha dan proses seiring dengan berkembangnya blog kalian sendiri.

Traffic pengunjung blog atau website yang baik dan bagus itu adalah pengunjung unik (Unique Visitor) yaitu pengujung yang langsung berasal dari mesin pencari (Google, yahoo, Bing, dll) seperti yang tadi saya jelaskan diatas.

Bisa juga melalui media sosial kalian bisa memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan traffic/pengunjung  blog atau website kalian, media sosial itu luas dan banyak kalian bisa share blog atau website kalian di media sosial.

Banyak para blooger yang sedikit frustasi karena blognya sepi pengunjung, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bisa mempengaruhi terutama jumlah pesaingan blog atau website setiap harinya yang semakin banyak bertambah.

Dengan niche blog yang rata-rata hampir sama atau ada faktor lain yang menyebabkan blog atau website kalian tidak laris dengan pengunjung.

Selain dengan menerapkan SEO ( Search Engine Optimation), ada cara simple juga untuk bisa mendatangkan pengujung blog atau website kalian, lebih lengkapnya simak berikut ini “Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog atau Website Dengan Simple

1. Membuat Artikel Unik dan Berkualitas

Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog/Website yang pertama yaitu melalui membuat artikel yang unik dan berkualitas pada dasarnya pengunjung blog akan mencari sumber atau artikel yang lengkap dan unik, pihak google sendiri menyarankan untuk membuat artikel yang relavan dengan penjelasan dan keterangan yang jelas dan memadai.

Untuk jumlah (panjang) standar artikel yang berkualitas yaitu memiliki minimal 300 kata, anda juga bisa membuat artikel lebih dari 300 kata itu juga akan lebh bagus, asalkan artikel tersebut relavan atau berkualitas dengan topik atau judul postingan.

2. Membuat Judul Postingan Yang Menarik Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog/Website yang kedua yaitu melalui membuat judul postingan yang menarik kenapa? Karena dengan dasarnya pengunjung akan pertama kali melihat artikel kalian yaitu dengan melihat judul artikel, jadi kalau judul kalian menarik dan memang berkualitas maka pengujung tidak akan segan-segan untuk melihat isi artikel kalian.

Selain itu judul postingan juga sangat mempengaruhi artikel anda dalam pencarian di Search Engine, yaitu dengan mengoptimasi kata kunci (keyward) yang tepat untuk memaksimalkan hasil pencarian di Search Engine.

3. Membidik Long Tail Keyward

Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog/Website yang kedua yaitu melalui Long Tail Keyward, apa sih long tail keyward itu? Long tail keyward itu adalah kata kunci yang panjang atau terdiri dari 3 suku kata.

Untuk melakukan long tail keyward, kalian bisa riset kata kunci yang tepat anda bisa menggunakan google keyward planner untuk menguji kata kunci yang banyak dicari.

Gunakan long tail keyward dengan jumlah pesaing yang sedikit agar blog atau website kalian bisa masuk ke page1 google.

4. Promosikan Blog atau Website

Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog/Website yang keempat yaitu melalui promosi, kenapa dengan promosi dapat meningkatkan traffic pengujung? Karena dengan kalian sering promosi atau share blog atau artikel kalian ke media sosial atau situs-situs lain, kalian akan mendapatkan pengunjung yang banyak asalkan artikel atau blog kalian memang berkualitas dan unik.

Kalian bisa memanfaatkan media sosial untuk promosi, karena media sosial adalah cara yang paling ampuh untuk meningkatkan pengunjung blog atau website kalian.

5. Blog Walking atau Berkomentar di Blog Lain

Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog/Website yang kelima yaitu melalui BW (Blog Walking) dan berkomentar di blog lain, cara ini juga sangat ampuh untuk meningkatkan pengujung blog atau website kalian.

Karena dengan memanfaatkan untuk saling berkunjung ke sesama blog kalian juga bisa berkomentar yang relavan.

Berkomentar secara baik di blog orang lain itu tujuan utamanya adalah memperoleh perhatian dari si pemilik blog tersebut agar bisa berkunjung balik ke blog kita, selain itu kita juga bisa memperoleh backlink baik secara dofollow maupun nofoolow yang bisa memperkuat posisi SERP (Search Engine Result Page) di mesin pencari.

6. Perhatikan Kecepatan Blog

Cara Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog/Website yang terakhir yaitu dengan memperhatikan kecepatan blog, cara ini juga sangat berpengaruh untuk meningkatkan traffic pengunjung blog atau website kalian.

Bayangkan jika blog atau website kalian mempunyai loading yang cukup berat, maka pengujung akan segan-segan untuk keluar dari blog atau website kalian dan akan males untuk balik lagi ke blog atau website kalian.

Untuk itu kecepatan blog harus kita perhatikan, dengan mengkaji ulang kecepatan blog kalian apakah sudah memenuhi standar kecepatan yang paling maksimal.

Jika kalian menggunakan jasa hosting yang lambat, segaralah untuk pindah dan cari hosting yang baru dan mempunyai kecepatan yang cukup tinggi.

Karena hosting yang lambat akan sangat berpengaruh buruk pada blog atau website kalian, dan dapat sangat berpengaruh pada peringkat blog kalian di mesin pencari.

sumber : http://www.laptopsiipat.com/2017/09/cara-meningkatkan-traffic-pengunjung-blog-atau-website.html?showComment=1519032004106#c4229895153401905727

Bycahyono

Mengoptimalkan Seo Website Menggunakan Blog Supaya No.1 Di Google

Sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang pengertian SEO, dan kali ini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang langkah-langkah cara SEO website supaya situs kita bisa mendapat peringkat di Google maupun search engine lainnya.

Mungkin cukup singkat, namun ini saya tulis berdasarkan apa yang saya pelajari dan beberapa eksperimen pengalaman pribadi, serta dari beberapa referensi lainnya.

Semoga apa yang saya tuliskan bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk memahami lebih lanjut tentang langkah praktis penerapan SEO di website.

Baiklah, mari kita lanjut…

Bangun Blog Untuk Website Anda

Jika Anda hendak membuat website yang sukses, ada baiknya Anda pertimbangkan juga untuk membangun blog di dalam website tersebut.

Gunanya, selain untuk meningkatkan kepercayaan pada pengunjung, juga untuk memberikan kredibilitas di mata search engine.

Mungkin Anda bertanya, “Loh, bagaimana blog bisa meningkatkan kepercayaan di mata pengunjung?”

Coba bayangkan, apa jadinya kalau ada orang datang ke toko kita dan tanya-tanya ke pelayan toko, tapi si pelayan toko tadi ngga mudeng soal produk kita. Istilahnya, product knowledge nya nol. Ehm, agak memalukan ya pastinya…

Nah, blog bisa difungsikan seperti itu.

Para pengunjung mungkin tidak menemukan produk / layanan yang dia cari. Namun ketika di muter-muter membaca konten lain yang terdapat di dalam blog kita, siapa tahu dia menemukan informasi lain yang bisa jadi dia butuhkan.

Ingat, kata kuncinya adalah “INFORMASI”.

Sehingga perlahan namun pasti, di dalam dirinya akan tumbuh rasa percaya bahwa website kita layak untuk dijadikan rujukan / referensi perihal produk atau layanan yang sedang di cari.

Begitu juga bagi search engine.

Blog merupakan salah satu unsur yang penting supaya website kita memenuhi tujuannya. Jika konten senantiasa kita update, mereka para bot search engine ini akan semakin suka.

Soal bagaimana cara membuat blog, kalau kita menggunakan website WordPress tentunya hal ini akan sangat mudah, ngga perlu pusing-pusing lagi gimana caranya bikin fitur blog. Karena sebagai CMS, WordPress sudah menyediakan fasilitas ini.

Persoalannya sekarang, bagaimanakah kita membuat blog yang disukai oleh mesin pencari?

Cara SEO Website Menggunakan Blog

Rangkuman tips cara mengoptimalkan SEO blog praktis ini saya dapatkan dari seorang penulis, pakar, sekaligus praktisi SEO, beliau namanya Mas Diar Seonubi.

Bagus banget untuk diikuti. Silahkan disimak…

1. Tentukan tema atau topik blog – sebelum blog kita buat, tentukanlah topik utama yang akan kita usung, karena nantinya akan menjadi judul blog yang kemudian dijabarkan menjadi deskripsi blog. Tentunya topik ini juga relevan dengan website kita secara keseluruhan.

2. Riset kata kunci / keyword (KW) – lakukanlah ini dahulu ketika hendak menulis blog, kemudian ada baiknya jangan terlalu ingin mengejar keyword yang potensi trafiknya besar. Mulailah dari yang potensinya kecil, yang penting kita harus memahami prinsip kerjanya. Kalau sudah bisa muncul di hasil pencarian dengan keyword yang ringan, barulah kita tingkatkan dengan menggunakan keyword yang persaingannya berat. Prinsipnya, yang penting bisa muncul di hasil pencarian dulu, pakai keyword yang ringan tidak masalah.

3. Posting yang relevan – dan buatlah konten yang berkualitas. Bikin konten yang unik dan bermanfaat, tapi jangan keluar dari topik utama blog. Lalu buat link antar halaman, jadi antar halaman saling mempromosikan. Kalau banyak halaman yang dibaca pengunjung maka blog dianggap berkualitas.

4. Persiapkan SEO ONPAGE – contohnya seperti mengoptimalkan penggunaan kata kunci di bagian Meta Title, Meta Deskripsi, dst, sesuai hasil analisa keyword.

5. Indexing – sambil menunggu postingan Anda masuk di Google, Anda bisa share ke social media supaya postingan tersebut lebih cepat terindex oleh Google.

6. Lakukan SEO OFFPAGE – contohnya bisa menggunakan pola backlink commenting, backlink wheel / piramida, submit ke social bookmark, dst.

Kalau saya boleh bilang, 6 langkah tersebut merupakan intisari dari upaya SEO basic. Nggak ribet-ribet amat lah, sekalipun bagi pemula.

Yang agak berat adalah di persoalan penulisan artikel yang menarik dan menjual, sekaligus GOOGLE FRIENDLY supaya mudah ditemukan oleh GOOGLE. Karena bagaimanapun juga, membangun blog membutuhkan tekad yang kuat untuk menulis.

Nah, disinilah tantangannya.

Omong-omong, saya jadi teringat pelajaran Bahasa Indonesia bab MENGARANG, bikin pusyiing. Hahaha..

Lalu, Saya Harus Mulai Dari Mana?

Nah, setelah Anda membaca ulasan di atas, kini semua kembali pada Anda. Jika Anda ingin belajar sendiri, Anda bisa belajar menerapkan 6 langkah SEO dasar di atas secara urut dan praktek, praktek, praktek…

Mulailah dengan membuat postingan yang relevan dan sering-sering berlatih meriset keyword. Karena ini memang penting untuk dilakukan.

Dan jika Anda memang benar-benar serius ingin mengasah skill SEO untuk membangun website dan mendapatkan penghasilan via online, temui beberapa referensi MENTOR SEO berikut ini:

  • Yusuf Shembah dengan kursus SEO DOMINATION nya – klik disini
  • Daffi Shaci dari SaungSEO – klik disini
  • Satria Rasyid yang menyelenggarakan Kursus Private SEO – klik disini

Mereka adalah praktisi SEO yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang LAMA.

Namun jika dirasa Anda sudah pusing dibuatnya, ya nggak ada salahnya juga Anda menggunakan layanan jasa SEO pihak ketiga. Meskipun begitu, ada baiknya juga Anda mengerti konsepnya.

Yang jelas, tidak ada jalan pintas menuju pejwan. Yang ada adalah kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas…

Baiklah, semoga tips langkah-langkah cara SEO website menggunakan blog ini berguna buat temen-temen yaa. Silahkan sampaikan di kolom komentar jika ingin sharing seputar SEO.

Bantu saya bagikan artikel ini supaya lebih bermanfaat.

Loading...
Contact Us