Framework dalam programming

Bycahyono

Framework dalam programming

Framework adalah sekumpulan perintah/fungsi dasar yang dapat membantu dalam menyelesaikan proses-proses yang lebih kompleks

Pengenalan
Mengapa harus Framework ? Sebenarnya bukan keharusan untuk menggunakan framework. Namun, seperti pengertian diatas, framework dapat membantu anda dalam menyelesaikan pekerjaan yang lebih kompleks.

Pada tutorial kali ini, saya akan membahas tentang CodeIgniter (CI), sebuah PHP Framework yang saya nilai lebih mudah digunakan ketimbang CakePHP atau Zend Framework. Struktur CI lebih banyak meniru Ruby on Rail (RoR), sebuah framework pembuatan aplikasi web dengan menggunakan bahasa pemrograman Ruby. Selain itu, dokumentasinya lebih lengkap dan tentunya mudah dipahami.

Secara umum, framework menggunakan struktur MVC (Model, View, Controller). Jika saya gambar kan, kira-kira seperti ini :
Input > Processing > Output = Controller > Model > View

Model
Model mencakup semua proses yang terkait dengan pemanggilan struktur data baik berupa pemanggilan fungsi, input processing atau mencetak output ke dalam browser

Controller
Controller mencakup semua proses yang terkait dengan pemanggilan database dan kapsulisasi proses-proses utama. Jadi semisal di bagian ini ada file bernama member.php, maka semua proses yang terkait dengan member akan dikapsulisasi/dikelompokan dalam file ini.

View
View mencakup semua proses yang terkait layout output. Bisa dibilang untuk menaruh template interface website atau aplikasi.

More Powerable
Nah, kelebihan lain dari CI adalah Search Engine dan Human Friendly URL….apalagi nih ? CI menggunakan struktur pemanggilan eksekusi seperti ini :
www.your-site.com/news/article/345.
Jadi maksudnya, ketika sebuah Search Engine mencari kata yang terkait ke sebuah situs, maka kata kunci tersebut bisa saja didapatkan dalam pemanggilan alamat situs tersebut.

Nah, sebelum memulai, ada baiknya anda mendowload file CI terlebih dahulu. Pastikan juga komputer anda telah terinstall Apache, PHP, dan MySQL. Lebih mudah jika anda menggunakan XAmpp atau paketan web server jenis lainnya.
Setelah CI di download, taruh dalam htdocs. Jika anda menginstall XAmpp di folder C:/ Program Files maka alamatnya adalah C:/Program Files/xampp/htdocs/

Important
Nah, yang perlu anda perhatikan 3 folder penting :
/system/application/model
/system/application/controller
/system/application/view

Jadi, semua file yang terkait dengan website atau aplikasi anda, masing-masing harus ditaruh di ketiga folder ini sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Aturan Penulisan Fungsi
Karena CI menggunakan Object Oriented Programming (OOP), maka yang perlu diingat bahwa penulisan nama class utama harus menggunakan huruf besar di awal dan disimpan dengan nama yang sama ,tetapi menggunakan huruf kecil semua.

Sebagai contoh, silahkan buka file /system/application/controllers/welcome.php
Quote

Code: [Select]
class Welcome extends Controller {
function Welcome()
{
parent::Controller();
}
function index()
{
$this->load->view(’welcome_message’);
}
}

Aturan ini berlaku untuk semua file yang terkait dengan class fungsi. Sedangkan jika didalamnya terdapat fungsi-fungsi lain, boleh menggunakan huruf kecil saja atau huruf besar. Tetapi perlu diingat bahwa PHP sangat Case Sensitive, jadi berhati-hatilah dalam menggunakan nama fungsi.

Konfigurasi
Selanjutnya, dalam folder /system/application/config/ ada beberapa file yang perlu anda ubah supaya CI bisa berjalan dengan baik.

config.php
Isi alamat pemanggilan di browser. Dalam contoh ini alamatnya adalah http://www.ms-room.com/go/mirror/ePaKeT/retingiedoc/tsohlacol
Quote

Code: [Select]
$config[’base_url’] = “http://www.ms-room.com/go/mirror/ePaKeT/retingiedoc/tsohlacol”;

database.php
Isi hostname, username, password dan nama database yang digunakan.
autoload.php
File ini berfungsi untuk memanggil secara otomatis fungsi-fungsi yang sudah disediakan CI atau yang anda buat tanpa harus memanggillnya dalam aplikasi anda. Dalam kasus ini, kita akan memanggil fungsi database secara otomatis sehingga setiap fungsi lain yang menbutuhkan fungsi database cukup dengan menggunakan perintah $this->db
Kira-kira seperti ini isinya :
Quote

Code: [Select]
$autoload[’libraries’] = array(’database’);

routes.php
Variabel ini digunakan untuk menentukan nama file utama yang digunakan sebagai ekeskutor utama website atau aplikasi. Contoh secara defaultnya adalah file welcome.
Quote

Code: [Select]
$route[’default_controller’] = “welcome”;

About the author

cahyono administrator

Leave a Reply

Loading...
Contact Us