Gule Pliek-Ue Dari Aceh

Bycahyono

Gule Pliek-Ue Dari Aceh


Sajian dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam biasanya sarat dengan bumbu dan rempah pekat. Pada umumnya, citarasa sajiannya mirip masakan India. Mungkin saja ini diakibatkan oleh pengaruh para peniaga dari Gujarat, India di masa lalu. Aceh, seperti banyak disebut orang, adalah singkatan dari Arab-Cina-Eropa-Hindustan – yaitu suku-suku bangsa yang turun-temurun beranak-pinak di kawasan yang juga populer dengan sebutan Serambi Mekah ini.

Salah satu masakan Aceh yang sangat terkenal adalah gulee pliek-ue – juga sering disebut sayur pliek-ue. Di beberapa daerah, pliek-ue juga dikenal dengan nama patarana. Kalau orang Jawa melihat sayur ini, pastilah akan segera menduga bahwa sayur ini mirip sayur lodeh – hidangan sehari-hari masyarakat Jawa. Tetapi, begitu mencicipinya, akan segera tahu bahwa gulee pliek-ue sangat beda dari segi citarasa bila dibandingkan dengan lodeh.

Yang jelas, bila lodeh memakai santan, maka gulee pliek-ue tidak memakai santan, melainkan memakai parutan kelapa yang sudah difermentasikan. Parutan kelapa “busuk” inilah yang sebenarnya disebut pliek-ue. Lagi-lagi, ini akan mengingatkan kita pada sayur lodeh yang dalam beberapa resep rumahan juga melibatkan penggunaan tempe “busuk”. Di pasar tradisional di Aceh, aroma khas pliek-ue ini selalu menguar di mana-mana dan membuat kita lapar.

Dalam proses memasaknya, pliek-ue ini direndam air sekitar sepuluh menit, kemudian ditiriskan. Selain berfungsi untuk melembabkan kembali (rehidrasi), perendaman air ini juga untuk membasuh pliek-ue dari kotoran (impurities). Penggunaan daun kari (juga dikenal dengan nama temurui atau salam koja) “meredam” aroma pliek-ue dengan keharumannya yang khas. Masakan Aceh sangat banyak menggunakan daun kari.

Gulee pliek-ue memang bernuansa gulai, karena kuahnya pekat, dan citarasanya pun mencuatkan gurih yang nendang. Sayur ini kaya sayur-mayur, dan juga memiliki kecukupan protein karena biasanya juga dengan udang.

Setiap rumah memiliki variasi sayur-mayur kesukaan masing-masing. Sayur-mayur yang biasa dipakai antara lain adalah: kangkung, kacang panjang, daun singkong, daun ubi jalar, daun melinjo, bunga pepaya, terong telunjuk, nangka muda, pepaya muda. Kadang-kadang ada yang memakai jantung pisang. Ada pula yang suka menambahkan kacang tanah dan buah melinjo, membuat gulee pliek-ue lebih sarat gizi.

Kegurihan pliek-ue membuatnya cukup disantap hangat dengan nasi putih dan ikan asin goreng kering. Gulee pliek-ue hingga saat ini masih merupakan sayur paling populer di Aceh. Kuliner pusaka Nanggroe Aceh Darussalam ini masih kuat mengakar dalam tradisi dan budaya Aceh.

About the author

cahyono administrator

Leave a Reply

Loading...
Contact Us